Trik Jago Atur Keuangan biar Gaji Enggak Sekadar Numpang Lewat

Gajian yang seharusnya jadi momen bahagia tak jarang terasa sebaliknya, terutama bagi orang dengan penghasilan pas-pasan. Sebab, tak lama uang masuk rekening, mereka harus mengeluarkannya kembali untuk sejumlah keperluan. Bahkan, bisa saja tak ada sisa untuk ditabung. Gaji numpang lewat, begitu sebutannya. Jika ditelaah, sebenarnya tidak ada yang salah dengan nominal gaji. Perkaranya justru terletak pada pengelolaan uang tersebut. Sebab, sebesar apa pun pendapatan, bila tidak jago mengelolanya, seseorang tetap bisa mengalami defisit keuangan. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar gaji tak lagi sekadar numpang lewat? Berikut  rangkumkan trik jago mengelola keuangan dari berbagai sumber.

1. Buat pos pengeluaran yang jelas Agar keuangan terencana dengan baik, buat pos-pos anggaran bulanan secara jelas sesuai skala prioritas. Ada baiknya, perencanaan ini dilakukan begitu gaji masuk ke rekening. Jika ditunda, uang cenderung akan terpakai di luar rencana. Pos pengeluaran paling utama adalah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terlebih dahulu. Contohnya, makan dan minum, transportasi atau bensin, listrik, internet, serta sewa atau cicilan rumah. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, barulah kamu bisa memasukkan kebutuhan penunjang hidup lainnya. Misalnya, obat-obatan, perawatan diri, rekreasi, dan pakaian. Selain membuat alokasi, setiap transaksi dari masing-masing pos pengeluaran juga perlu dicatat secara rinci. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui alokasi dan realisasi anggaran sudah sesuai atau belum. Cara ini juga bisa menjadi bahan evaluasi penyusunan daftar pengeluaran selanjutnya.

2. Sisihkan untuk menabung Menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung dapat menghindarkan kamu dari efek gaji numpang lewat. Adapun alokasi tabungan yang direkomendasikan oleh berbagai ahli keuangan berkisar 20-30 persen dari total gaji. Agar misi menabung tak terganggu, kamu perlu membuat rekening khusus tabungan terlebih dahulu. Manfaatkan juga fitur debit otomatis supaya kamu tetap berkomitmen menjalani kebiasaan baik tersebut. Selain menabung, pertimbangkan juga untuk berinvestasi agar uang yang dimiliki bisa semakin berkembang. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih, antara lain emas, saham, dan reksa dana. Sebelum memulai, kamu perlu bijak menentukan pilihan karena masing-masing instrumen punya risiko dan keuntungan yang berbeda.

3. Komitmen untuk hidup sesuai kantong Merencanakan keuangan juga perlu didukung dengan komitmen untuk hidup sesuai kantong. Hal ini bisa dilakukan dengan mengurangi kebiasaan belanja impulsif. Contohnya, membeli barang hanya karena diskon atau lapar mata sesaat. Mengurangi intensitas hangout di tempat fancy juga dapat membantu menghemat pengeluaran. Usahakan pula untuk tak terjebak dalam popularitas brand agar tidak menjadi impulsive shopper. Pasalnya, fesyen menarik dan nyaman tak melulu harus ditebus dengan harga yang mahal. Agar tidak semakin terjerumus pada gaya hidup boros, cukup alokasikan bujet bersenang-senang sebanyak 20 persen dari total penghasilan. Selain itu, jadikan pula situasi pandemi Covid-19 sebagai pengingat untuk berhati-hati dalam membelanjakan uang.

 

Author: Jefri Marelan